cerita sehari hari
akan ku simpan disini cerita hari hariku, mungkin ini yang kesekian kalinya ku cerita tapi saat ini aku cerita dengan sendiri tanpa ada orang lain yang mendengar.
hai disini akan aku ceritakan kisah seorang gadis kecil yg hidup nya bahagia tapi ada aja sedihnya,dia selalu terlihat ceria bagaimana sehari"nya ia lakukan, walau keluarga nya tida begitu berada tpi dia selalu bersyukur atas apa yang telah di berikan, harapan ira hanya ingin membahagiakan kedua orang tuanya dengan caranya sendiri tanpa harus melibatkan orang lain atau siapapun itu. sewaktu waktu saat dia meranjak dan menduduki bangku kelas 10 disana harapan dan tantangan semakin nyata dan semakin sulit,ntah itu di kenyataan atau bahkan di khayalan dia sendiri, dia adalah orang yang keras kepala susah untuk di omongin atau apapun itu, terkasang dia juga teledor dalam hal hal yg telah dia perbuat, dia mikir di akhir bukan di awal. itu kekurangan dan kelebihannya, dan pada suatu hari dia itu mengobrol dengan guru bersangkutan di sekolahnya obrolan itu lancar dan pecah tangis pada saat pertanyaan itu ga harus di pertanyakan kepada dia sewaktu lgi ngobrol sama guru itu rasanya ga tahan ingin ku ungkapkan semuanya, apa yg ada di dalam dam pikiran aku saat ini, dan apa penyebab aku bisa seperti ini, eh maksudnya dia, bukan apa apa dia terkadang mudah emosi, terkadang emosi dia suka tida terkontrol jika emng sudah benar benar begitu marah bahkan sampai main fisik pun bisa, tapi dia akan berfikir setelah melakukan atau bahkan dia juga bisa sebelum melakukan hal fisik itu dia memikirkan dulu apa yg akan di dapat. jati diri dia ntah sekarang ada dimana bahkan kalo di suruh liat jadi diri kmu ada di mana dia juga heran jati diri dia itu ada dimana skrng gitu,ya mungkin rasanya biasa aja apa laa ya tapi bagi orng lain tida,orng lain bisa menilai dengan sndiri,nah si dia juga merasakan hal itu,bahkan ada satu obrolan sana guru tentang belajar oh jelas aku jarang bnget kalo belajar karrna apa? belajar ga belajar dia tetep bakalan di lihat secara emosional,atau dalam artian sebelum betul" kemampuan meningkat ga akan pernah di lirik, bukan berarti orng tua itu ga mau liat anak nya itu ga pinter dalam bidang spapun bukan, tpi orang tua itu ga mau apa yg telah terjadi pada mereka itu,terjadi pada anak anak mereka, mereka hanya ingin melihat anak anak mereka sukses bisa sekolah dengan tenang tanpa harus melewati berbagai tahap seperti ortu dulu, tpi jika ortu nya tida suka support juga itu bisa menghabat tingkat nya daya belajar pada anak dan anak merasa sendiri karena setiap belajar atau apapun itu tida pernah ada support dri orng tua
sekian terimakasih...
Komentar
Posting Komentar